Lebih Sehat, Mati Lebih Cepat

Bangkai adalah salah satu makanan yang haram dimakan bagi umat muslim selain darah, daging babi, minuman keras, dan hewan yang disembelih atas nama selain Allah. Sudah tentu, apa yang dihalalkan dan diharamkan Allah terkandung hikmah-hikmah yang akan memberi pelajaran bagi manusia agar lebih hati-hati dalam memilih makanan. Setiap yang diharamkan Allah pasti ada terkandung mudharat yang akan membahayakan tubuh manusia. Alasan diharamkannya bangkai terlihat jelas ketika ditemukannya berbagai penyakit bahaya yang terkandung dalam bangkai. Marilah kita telisik satu persatu kandungan berbahaya yang terdapat dalam bangkai.


Bangkai adalah binatang yang mati tidak melalui penyembelihan yang syar’i, seperti binatang yang mati tercekik, jatuh dari tempat yang tinggi, terkena benturan keras dan lain-lain, yang kesemua sebab tersebut dapat menyebabkan darh membeku di dalam tubuh dan menggumpal dalam urat-uratnya, sehingga dagingnya tercemar oleh asam urat beracun. 

Di samping itu, bangkai juga mengandung racun yang dikeluarkan dari tubuhnya, sehingga tubuhnya membusuk. Hal ini akan berbeda dengan binatang yang disembelih secara syar’I, setelah disebut nama Allah hewan tadi dipotong urat nadi lehernya, sehingga seluruh darahnya keluar. Jadi, hewan tersebut mati karena kehabisan darah sehingga dagingnya segar dan tidak terkena zat-zat beracun.

Selain itu, Islam menganjurkan menggunakan pisau tajam. Ternyata dengan ketajaman pisau, binatang sembelihan dapat mati lebih cepat tanpa kesakitan yang berarti, ini menyebabkan dagingnya menjadi lebih sehat. Pisau tajam akan memotong dengan sempurna pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju ke saraf-saraf otak yang bertugas mendeteksi rasa sakit. Dengan demikian binatang tersebut tidak merasakan kesakitan. Kalu terlihat binatang tersebut kejang-kejang dan meronta ketika disembelih, iu hakikatnya bukan karena rasa sakit, tetapi lebih karena reaksi otot-otot yang mengalami kontraksi dan relaksasi akibat berkurangnya darah secara drastis.

Penelitian di Jerman yang dilakukan oleh Prof. Wilhelm Schulze danDr hazim di School of Veterinary Medicin, Hannover University menemukan bahwa cara menyembelih yang diajarkan Islam dengan pisau tajam ternyata jauh lebih baik dibanding dengan cara-cara lain, bahkan yang paling modernpun seperti bolt stunning (alat yang menembus tengkorak hingga otak) yang ternyata yang menyebabkan sakit yang luar biasa hebat pada binatang.

Penelitian tersebut menggunakan alat EEG (untuk mendeteksi gelombang otak) dan alat ECG (untuk mendeteksi detak jantung). Tiga detik setelah penyembeihan, tidak terjadi perubahan pada grafik EEG, ini menunjukkan bahwa tidak ada rasa sakit sama sekali ketika binatang tersebut disembelih. Tiga detik kedua pada grafik EEG menunjukkan tidak sadar diri, ini karena darah yang keluar dari tubuh binatang tersebut sangat banyak. Setelah itu grafik EEG menunjukkan zero level, bahwa binatang tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih.

Lalu, apakah hubungan antara penyakit dengan kualitas daging hasil sembelihan? Ada. Ketika disembelih, jantung binatang masih berdetak, tubuh mengejang megeluarkan darah secara maksimal, tapi otak sudah tidak sadar. In menyebabkan daging tidak tercampur dengan darah yang mengandung asam urat yang beracun.

Berbeda dengan sistem bolt stunning yang menghentikan detak jantung binatang ketika otak masih merasakan sakit luar biasa, ditambah dengan tidak kejangnya tubuh, sehingga darah tersumbat dalam, dan ini mengakibatkan darah tercampur dengan racun-racun berbahaya.

Berbeda dengan sistem bolt stunning yang menghentikan detak jantung binatang ketika otak masih merasakan sakit luar biasa, ditambah dengan tidak ke jangnya tubuh, sehingga darah tersumbat di dalam, dan ini mengakibatkan darah tercampur dengan racun-racun berbahaya.

Disamping itu, penyembelihan secara syar`I dilakukan pada leher saja, sehingga yang rusak hanya pada daerah leher saja, tidak merembet ke organ yang lain. Berbeda jika binatang yang mati dengan cara lain seperti terbentur atau terkena pukulan, yang menyababkan salah satu organ tubuhnya rusak, sehingga pembuluh darah akan membeku dalam organ tersebut. Dengan cara mati begini, daging binatang tentu akan mengandung banyak asam urat yang potensial meracuni daging dalam waktu singkat.
Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolism zat purin yang berasal dari sisa makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin, karena manusia memakan makhluk tersebut maka zat purin berpindah dalam tubuh kita. Purin juga dihasilkan dari sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Normalnya, asam urat akan dikeluarkan dari tubuh melalui feses(kotoran) dan urin. Namun, karenaginjal tidak mampumengeluarkan asam urat yang ada maka menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh.

Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabakan rasa nyeri dan bengkak. Gejalanya dapat berupa badan pegal dan sering capai, merasa linu dan kesemutan, nyeri pada otot, persendian lutut, pinggul, pinggang, punggung, pundak, dan bahu, sendi bengkak, kemerahan, panas dan nyeri saat malam dan pagi hari, sering buang air kecil saat malam atau pagi ketika bangun tidur, dan jika asam urat menyerang daerah ginjal, akan memicu terjadinya kencing batu sehingga penderita kesulitan buang air kecil.

Related posts

One Thought to “Lebih Sehat, Mati Lebih Cepat”

  1. Hi there mates, its fantastic post on the topic of cultureand fully explained,
    keep it up all the time.

Leave a Comment